Peran Guru Dalam Mengantisipasi Rasa Takut Pada Anak Usia 4-5 Tahun

Authors

  • Regina Aprilla Maharani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sima Mulyadi
  • Gilar Gandana

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v7i2.8000

Keywords:

Peran Guru, Rasa takut, Anak

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik usia 4–5 tahun di TK yang menunjukkan sikap penakut dalam berinteraksi sosial dan dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh informasi mengenai sikap guru dalam mengantisipasi kondisi tersebut pada anak usia 4–5 tahun di TK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam mencegah munculnya rasa takut pada anak usia 4–5 tahun meliputi: a) guru sebagai pembimbing, b) guru sebagai motivator, c) guru sebagai inisiator, dan d) guru sebagai fasilitator.

References

Daniel, G. (1995). Keerdasan Emosional. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hurlock, Elizzabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta.

Ismail, M. I. (2010). Kinerja dan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 13(1), 44–63. https://doi.org/10.24252/lp.2010v13n1a4

Michalcakova, Machua & Morysovab (2016). Faktor-Faktor Yang Mendukung Emosional.

Novikasari, M., Guru, P., & Pemalu, A. (2021). Peranan Guru dalam Mengatasi Anak Pemalu di Raudhatul Athfal Dharma Wanita Kementerian Agama. 3, 1–18.

Sima, M. (2022). Pendidikan Inkusi Untuk Anak Usia Dini.

Simanjuntak, H. R. B. & Pasaribu, I. (2020). Pengantar Psikologi Perkembangan. Bandung

Susanto, A. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencan Prenada Media Group.

Published

2025-12-04