Analisis pertumbuhan alga merah (Ptilophora pinnatifida) yang di budidaya pada skala laboratorium
DOI:
https://doi.org/10.33387/jikk.v3i1.1863Abstrak
Ptilophora pinnatifida termasuk dalam genus alga merah yang tersebar di Indo-Pasifik Barat, terutama dihabitat subtidal pada kedalaman lebih dari 100 meter. Genus ini jarang ditemui, 3 dari 14 spesies yang telah dikenali hanya dapat dikumpulkan dari arus atau aliran air. Spesies Ptilophora umumnya berasal dari perairan beriklim sedang (hanya 2 spesies yang diketahui berasal dari perairan beriklim tropis) dan secara biogeografis area penyebarannya masih terbatas. Laju pertumbuhan rumput laut umumnya mengalami peningkatan pesat pada periode tertentu tergantung pada umur tanaman tersebut dan setelah mencapai puncak, laju pertumbuhan akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan harian dan pertumbuhan spefifik alga merah (Ptilophora pinnatifida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumput laut Ptilophora pinnatifida yang dibudidaya pada bak selama 10 minggu (70 hari) mencapai rata-rata berat 3 gr dan panjang 1,138 cm. Hasil analisis laju pertumbuhan spesifik menunjukkan pada umur 43-57 hari terjadi pertumbuhan rumput laut yang pesat, yaitu 1,63%.Kata Kunci: rumput laut; Ptilophora pinnatifida; pertumbuhan; budidaya skala laboratorium
Referensi
Atmadja, W.S. 1996. Pengenalan Jenis Alga Merah (Rhodophyta) dalam Pengenalan
Jenis-jenis Rumput Laut Indonesia. Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta
Brinkhuis. B. H., 1985. Patterns and Rates, In. Littler M.M. Littler, D.S, (eds) Hand
Book Physiology Methods Ecological Field Methods Macroalgae.
Cambridge Univ. Press. Cambridge. 461 - 147
Grevo, G. M. Made. L. N. 2006. Ditemukan Bahan Baku Alternatif untuk Produk
Kertas. http://www.kertasgrafis.com. 19 Januari 2008.
Hayashi, L., de Paula, E. J., and Chow, F. 2007. Growth Rate and Carrageenan Anlyses
in Four Strains of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Gigartinales)Farmed in the Subtropical Waters of Sao Paulo State, Brazil. App. Phycology. Volume 19, Number 5. P. 393-399. Springer Netherland.
Nybakken W.J. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia. Jakarta. Hal. 459
Prisdiminggo, M. Nazam, A. Salam Wahid dan R. Daud, 1998. Pengaruh Waktu Tanam Terhadap Produksi, Produktivitas dan Laju Pertumbuhan Harian Pada Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii dengan Metode Rakit. Prosiding Simposium Perikanan II, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan bekerjasama dengan JICA, Univ. Hasannudin, Dinas Perikanan Prop. Dati I Sulawesi Selatan dan Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia. Hal. 256-260
Risjani Y. 1998. Physiology of Nutrien in Indonesian Marine Algae : Variation in and Tissue Nitrogen Internal Eucheuma cottonii in Relation to Environmental Nitrogen and Culture, Rep. Of Indonesia.
Risjani. 1999b. An Investigation of Reserve and Transport of Nitrogen Along the Thallus of Eucheuma. Agritek 7 : (4) : 69-73
Ruswahyuni, Ekowati, Titik Widyorini, Ninik Yudiarti, dan Turini. 1998. Pengaruh Tingkat Intensitas Cahaya dan Pemupukan Hyponex Hijau Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Jenis Gracilaria sp (Suatu tinjauan Dalam Upaya Peningkatan Potensi Sumberdaya Laut). Documentation. Universitas Diponegoro
Sulistijo. 2002. Penelitian Budidaya Rumput Laut (Algae Makro/Seaweed) di Indonesia. Pidato Pengukuhan Ahli Penelitian Utama Bidang Akuakultur, Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI.
Tronchin, E.M., Freshwater D.W. and Bolton J.J., 2003. A. Re-evaluation of the Genera Beckerella and Ptilophora (Gelidiales, Rhodophyta) Based on Molecular and Morphological Data, Phycologia. 42 (1): 80-89.
Tronchin, E., T. Samaai, R.J. Anderson and J.J. Bolton, 2006. Sponge–seaweed associations in species of Ptilophora (Gelidiaceae, Rhodophyta), Phycological Research. 54 (2): 140-148.
Tronchin, E., J.J. Bolton and R.J. Anderson, 2006. Diversity and Systematics of Ptilophora (Gelidiaceae, Rhodophyta), Australian Systematic Botany. 19 (4): 359-386.