Hutan mangrove di Pulau Ternate secara spasial dan temporal

Penulis

  • Rustam E Paembonan Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • M Djanib Achmad Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Ikbal Marus Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Sartini Baddu Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Ternate, Indonesia
  • Amirul Karman Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Najamuddin Najamuddin Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Nebuchadnezzar Akbar Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Nyoman Metta N Natih Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia
  • Irmalita Tahir Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Eko S Wibowo Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Darmiyati Muksin Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Neviaty P Zamani Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia
  • Firdaut Ismail Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/jikk.v5i2.5687

Abstrak

Hutan mangrove merupakan vegetasi yang sangat penting di wilayah pesisir pantai.  Keberlanjutan hutan mangrove perlu mendapat perhatian memiliki beberapa fungsi yang meliputi fungsi ekologi, fungsi fisik, dan ekonomi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hutan mangrove berdasarkan indeks ekologi dan menganalisis spasial temporal luas hutan mangrove di Pulau Ternate.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey pengukuran data lapangan yang di laksanakan di Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Gambesi dan Kelurahan Rua. Spasial temporal menggunakan data citra resolusi tinggi yang bersumber dari Google Earth  selama 20 tahun dengan akuisisi lima waktu perekaman  yaitu tahun 2022, 2020, 2015 2010 dan 2001 dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG).  Hasil penelitian diperoleh informasi status hutan mangrove di Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Gambesi dan Kelurahan Rua dengan menggunakan beberapa indicator indeks ekologi diketahui dalam kondisi rusak hingga  kondisi sedang. Luas mangrove di Pulau Ternate pada tahun 2002 adalah 5.97 ha dan mengalami penurunan luas area sampai tahun 2022 menjadi 2.51 ha. Degradasi kondisi hutan mangrove di Pulau Ternate perlu diantisipasi dengan model pengelolaan berkelanjutan dan penerapan konsep transdisipliner.

 Kata kunci : Biodiversitas, degradasi, pesisir, pulau kecil, tropis,

Biografi Penulis

Rustam E Paembonan, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

M Djanib Achmad, Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Ikbal Marus, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Sartini Baddu, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Ternate, Indonesia

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Ternate, Indonesia

Amirul Karman, Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Sudi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Najamuddin Najamuddin, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Nebuchadnezzar Akbar, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Nyoman Metta N Natih, Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia

Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia

Irmalita Tahir, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Eko S Wibowo, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Darmiyati Muksin, Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Neviaty P Zamani, Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia

Department of Marine Science & Technology, IPB University, Bogor 16880, Indonesia

Firdaut Ismail, Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

Referensi

Akbar N, Baksir A, Tahir I. 2015. Struktur Komunitas Ekosistem Mangrove di Kawasan Pesisir Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Depik Jurnal, 4 (3) : 132-143.

Akbar N, Baksir A, Tahir I, Arafat D. 2016. Struktur komunitas mangrove di Pulau Mare, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Depik Jurnal, 5 (3) : 133-142.

Akbar N, Haya N, Baksir A, Harahap Z.A, Tahir I, Ramili Y, Kotta R.2017b. Struktur komunitas dan pemetaan ekosistem mangrove di pesisir Pulau Maitara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Depik jurnal, 6, (2) : 167-181.

Akbar N, Ibrahim A, Haji I, Tahir I, Ismail F, Ahmad M, Kotta R. 2018. Struktur Komunitas Mangrove Di Desa Tewe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Jurnal Enggano, 3 (1) : 81-97

Bengen D.G. 2001. Sinopsis: Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut. PKSPL-IPB. Bogor. Indonesia.

BPS Provinsi Maluku Utara, 2021. Provinsi Maluku Utara dalam Angka 2021. 577p.

Chianucci F, Chiavetta U, Cutini A. 2014. The estimation of canopy attributes from digital cover photography by two different image analysis methods. iForest 7: 255-259 [online 2014-03-26] URL: http://www.sisef.it/iforest/contents/?id=ifor0939-007

Dahuri, R, Rais J, Ginting S.P, Sitepu M.J. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramitha. Jakarta.

Dharmawan, I.. W.E. & Pramudji., 2014. Panduan Monitoring Status Ekosistem Mangrove. 46 p.

Ferreira AC, Lacerda LD. 2016. Degradation and conservation of Brazilian mangroves, status and perspectives. Ocean & Coastal Management 125:38-46. doi:https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2016.03.011

Hamzah A H P, Anggoro S, Puryono S,. 2021. Perubahan Tutupan Hutan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 5 Tm Dan 7 Etm Di Pesisir Kabupaten Langkat. Seminar Nasional Geomatika 2020: Informasi Geospasial untuk Inovasi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan. DOI:10.24895/SNG.2020.0-0.1192

Hendrawan, Gaol J L, Susilo S B,. 2018. Studi Kerapatan dan Perubahan Tutupan Mangrove Menggunakan Citra Satelit di Pulau Sebatik Kalimantan Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Vol. 10 No. 1, Hlm. 99-109, April 2018. DOI:http://dx.doi.org/10.29244/jitkt.v10i1.18595

Jhariya MK, Banerjee A, Meena RS. 2022. Chapter 1 - Importance of natural resources conservation: Moving toward the sustainable world. Di dalam: Jhariya MK, et al. , editor. Natural Resources Conservation and Advances for Sustainability. Elsevier. hlm 3-27.

Khatun R, Das S. 2022. Exploring ecosystem health of wetlands in Rarh tract of West Bengal through V-O-R model. Ecological Informatics 72:101840. doi:https://doi.org/10.1016/j.ecoinf.2022.101840

Kepel R Ch, Lumingas LJL dan Hendrik Lumimbus B A. 2012. Komunitas Mangrove di Pesisir Namano dan Waisisil, Provinsi Maluku. Pasific Journal. 2 (7): 1350-1353.

Maza M, Lara JL, Losada IJ. 2021. Predicting the evolution of coastal protection service with mangrove forest age. Coastal Engineering 168:103922. doi:https://doi.org/10.1016/j.coastaleng.2021.103922

Resosoedarmo RS, K Kartawinata, Dan A Soegiarto. 1984. Pengantar Ekologi. Penerbit Remaja Karya, Bandung: 174 Hal.

Sahadevan AS, Joseph C, Gopinath G, Ramakrishnan R, Gupta P. 2021. Monitoring the rapid changes in mangrove vegetation of coastal urban environment using polynomial trend analysis of temporal satellite data. Regional Studies in Marine Science 46:101871. doi:https://doi.org/10.1016/j.rsma.2021.101871

Schaduw J N W. 2019. Struktur Komunitas dan Persentase Penutupan Kanopi Mangrove Pulau Salawati Kabupaten Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Majalah Geografi Indonesia, 33 (1): 26-34.

Schwenke T, Helfer V. 2021. Beyond borders: The status of interdisciplinary mangrove research in the face of global and local threats. Estuarine, Coastal and Shelf Science 250:107119. doi:https://doi.org/10.1016/j.ecss.2020.107119

Tahir I, Paembonan R.E, Harahap Z.A, Akbar N, Wibowo E.S. 2017. Sebaran Kondisi Ekosistem Hutan Mangrove Di Kawasan Teluk Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Jurnal Enggano, 2 (2) : 143-155.

Tokuyama A and Arakaki T. 1988. Physical and Chemical Study of The Causes of Mangrove Death Along The Nakama River. Iriomote Island. Okinawa. Galaxea. 7:271-286.