DISMENORE DAN AKTIVITAS FISIK: STUDI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Penulis

  • Salshabilla Ananda Putri Universitas Tarumanagara
  • Triyana Sari Departemen Biologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.33387/kmj.v7i2.10278

Abstrak

Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi tanpa didasari oleh kondisi patologis. Salah satu faktor risiko dismenore adalah kurangnya aktivitas fisik. Padatnya kegiatan perkuliahan mahasiswi Fakultas Kedokteran meningkatkan risiko kurangnya aktivitas fisik sehingga meningkatkan risiko terjadinya dismenore primer. Studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat aktivitas fisik dan kejadian dismenore primer pada individu berusia 18 hingga 20 tahun. Sebanyak 150 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Aktivitas fisik diukur dengan instrumen International Physical Activity Questionnaire Short-form (IPAQ-SF), sementara dismenore primer dievaluasi melalui kuesioner khusus dengan nilai reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,883. Sebanyak 79,3% partisipan dalam penelitian ini diketahui mengalami dismenore primer, sementara sisanya (20,7%) tidak mengalami kondisi tersebut. Mayoritas responden (52,0%) memiliki tingkat aktivitas fisik dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil uji Chi-square, diperoleh nilai p = 0,998 (p>0,05), yang mengindikasikan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara aktivitas fisik dan kejadian dismenore primer. Aktivitas fisik yang dilakukan umumnya terbatas pada rutinitas harian dan tidak melibatkan olahraga teratur, sehingga belum cukup efektif dalam mengurangi gejala dismenore primer.

Biografi Penulis

Triyana Sari, Departemen Biologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

Departemen Biologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31