HUBUNGAN USIA IBU DAN KEJADIAN BBLR DI RS RAJA AHMAD TABIB TANJUNGPINANG

Penulis

  • destianni sari desti
  • Ricky Susanto Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.33387/kmj.v7i2.10280

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan insiden Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Raja Ahmad Tabib selama tahun 2023 hingga 2024. BBLR didefinisikan sebagai bayi yang memiliki berat lahir di bawah 2.500 gram, dan idealnya pengukuran tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu jam setelah lahir, sebelum terjadi penurunan berat badan alami pasca persalinan. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah analisis observasional dengan desain potong lintang, dan data diperoleh dari dokumentasi rekam medis. Penelitian melibatkan 106 ibu hamil yang memenuhi persyaratan inklusi dan eksklusi. Untuk mengetahui hubungan antar variabel, digunakan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 bayi lahir dengan berat badan di bawah normal, sedangkan 96 bayi lainnya tergolong memiliki berat lahir normal. Dari kelompok bayi BBLR, 4 di antaranya lahir dari ibu yang termasuk dalam kategori usia berisiko dan 6 lahir dari ibu di luar kelompok risiko. Sementara pada kelompok bayi normal, 20 berasal dari ibu berusia risiko dan 76 dari ibu usia aman. Nilai P sebesar 0,162 mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan bermakna secara statistik antara usia ibu dan kejadian BBLR.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31