GAMBARAN KARAKTERISTIK KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v2i1.2350Abstrak
Abortus adalah keluarnya janin dengan berat badan janin <500 gram atau usia kehamilan <22
minggu. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 15-50% kematian ibu disebabkan oleh
abortus. Data di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate pada tahun 2017 kejadian
abortus mencapai 144 kasus dan pada tahun 2018 kejadian abortus mencapai 107 kasus. Desain penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian ini
adalah semua ibu hamil yang didiagnosis abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie
Ternate. Hasil penilitian menunjukan bahwa ibu yang terdiagnosis abortus dengan usai <20 tahun
pendidikan terbanyak adalah SMA(64,3%), paritas terbanyak adalah paritas 0 (100%), dan untuk riwayat
abortus yang yaitu tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya (92,1%). Ibu usia 20-35 tahun pendidikan
terbanyak adalah SMA (58,8%), paritas terbanyak yaitu paritas 1-2 (51,0%), dan untuk riwayat abortus
yaitu tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya (85,3%). Ibu usia >35 tahun pendidikan terbanyak
adalah SMA (50,0%), paritas terbanyak adalah paritas ≥3 (58,3%), dan untuk riwayat abortus yaitu tidak
memiliki riwayat abortus sebelumnya (75,0%).
Referensi
Mouri, M and Timothy J.R. Threatened Abortion. (2019).[cited 3 December 2019]. Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430747.
Prawirohardjo, S. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. (2014).
Singh, L.R., Gilda, S., et al. Abortion Worldwide: Uneven Progress and Unequal Access. (2017). [cited
December 2019]. Available from: https://www.guttmacher.org/report/abortion-worldwide-2017.
Yanti, L. Faktor determinan kejadian abortus pada ibu hamil: case control study.jurnal ilmiah ilmuilmu
kesehatan. 16(2), 95-100 (2018).
Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. (2015).
Martaadisoebrata, Djamhoer., Firman, F. Wirakusuma., dan Jusuf, S. Effendi.Obstetri Patologi: Ilmu
Kesehatan Reproduksi Edisi 3. Jakarta: EGC. (2013).
Kurniasih, N dan Modjo, R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Pada
Pekerja Wanita Di PT X Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia. (2013).
Noer, R. I., Ermawati, dan Afdal. Karakteristik Ibu pada Penderita Abortus dan Tidak Abortus di RS.
Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011-2012. Jurnal Kesehatan Andalas. 5 (3), 575-83 (2016).
Putri, R.W.Y. Hubungan usia, jumlah kehamilan, dan riwayat abortus spontan pada ibu hamil dengan
kejadian abortus spontan di RSU Aghisna Medika Cilacap. (2018).
Orvianti., Arman., dan Ikhtiar M. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di
Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. 12(4), 362-7
(2018).
Silitonga JM, Sitorus RJ, Yeni. Faktor-faktor penyebab kejadian abortus spontan di Rumah Sakit
Umum Pusat DR Mohammad Hoesin Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 8(2), 100-
(2017).
Lestari, P. Hubungan Faktor Risiko Usia Ibu, Riwayat Abo.rtus, Dan Paritas Dengan Kejadian
Abortus di RSUD DR H. MOCH Ansarai Saleh Banjarmasin. (2017).
Maryana, D., Megamaulia, L., Dan Meihartati T. Hubungan Umur Dan Paritas Dengan Kejadian
Abortus Pad Ibu Di Rsia Paradise Kecamatan Simpang Empat. Jurnal Darul Azhar. 1(1), 22-9 (2016).
Notoatmodjo, S. Ilmu perilaku Kesehatan. Jakarta(ID): Rineka Cipta; (2014).
Amiruddin, R. Determinan kesehatan ibu dan anak. Jakarta: Trans Info Media. (2014).
Amalia, L. M., & Sayono. Faktor Risiko Kejadian Abortus (Studi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Semarang). J. Kesehat. Masy. Indones. 10 (1),23-9 (2015).
Luthfiana, ML., Yanuarini, TA., dan Mediawati, M. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
kejadian abortus inkomplit di RSUD kota kediri tahun 2016. Jurnal ilmu kesehatan. 6(1), 66-76
(2017).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
