POLA PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL DAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v3i1.3263Abstrak
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Federasi Diabetes Internasional (IDF) memperkirakan orang usia kerja dengan diabetes terdiagnosis atau tidak terdiagnosis akan meningkat menjadi 417,3 juta pada tahun 2030 dan hingga 486,1 juta pada tahun 2045. Berbanding lurus dengan Provinsi Maluku Utara yang mengalami peningkatan penderita DM tipe 2 di tahun 2018 mencapai 1,5% dari 1,2% di tahun 2013. Salah satu bentuk intervensi farmakologis DM tipe 2 adalah berupa pemberian obat antidiabetes oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan umur, jenis kelamin, pembiayaan, dan pola penggunaan obat anti diabetes oral berdasarkan golongan obat dan kombinasi anti diabetes oral. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data rekam medik pasien DM tipe 2 di bagian Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate sebanyak 76 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien DM tipe 2 berumur berkisar 45 - 65 tahun (68,4 %) dan didominasi oleh perempuan (65,8%). Jenis pembiayaan pengobatan yang banyak digunakan yaitu BPJS (69,7%). Pasien yang mendapatkan terapi antidiabetes oral lebih banyak dari golongan peningkat sensitivitas insulin (57,3%) yaitu metformin. Dan kombinasi 2 obat antidiabetes oral yang banyak digunakan adalah metformin dan glimepirid (26,3%).Referensi
American Diabetes Association. Introduction. (2020) ‘Standards of Medical Care in Diabetes-2020’,
Diabetes Care, 43(January), S5-S8; https://doi.org/10.2337/dc20-S001
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019) ‘Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2018’. Jakarta : Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Bandura A. (2016) ‘Self Efficacy :Toward a unifying theory of behavioral change. Psychol Rev 1977; Los
Angel vol 3 no 84 pages 191–21.
Dinkes Kota Ternate. (2020) ‘Laporan Jumlah Kasus dan Kematian Penyakit Tidak Menular Menurut
Jenis Kelamin dan Umur’. Ternate: Dinas Kesehatan Kota Ternate.
Gumantara, M. P. B., & Oktarlina, R. Z. (2017) ‘Perbandingan Monoterapi dan Kombinasi Terapi
Sulfonilurea-Metformin terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2’, 6, 55–59. Volume….. Nomor…. Tahun……, e-ISSN:268-5912
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/kmj
Huppeld, C. J. & Olefsky, J. M. (2016) ‘Type 2 Diabetes Mellitus: Etiology, Pathogenesis, and Natural
History vol 1 Chapter 40 pages 12-6.
Hotta N. (2019) ‘A new perspective on the biguanide, metformin therapy in type 2 diabetes and lactic
acidosis’, Diabetes Investig;10(4):906-8.
International Diabetic Federation (IDF). (2019) ‘463 million People Living with Diabetes.
Perkumpulan Endrokinologi Indonesia (PERKENI). (2019) ‘Konsesus pengelolaan dan pencegahan
diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia’. Jakarta: PB PERKENI vol 1 hal 1- 61.
Prasetyani, D., & Sodikin. (2017) ‘Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus (DM)
Tipe 2. Jurnal Kesehatan Al Irsyad.
Purwakanthi, A., Shafira, N. N. A., Harahap, H., & Kusdiyah, E. (2020) ‘Gambaran Penggunaan Obat
Diabetes Mellitus Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2’, Jambi Medical Journal “Jurnal
Kedokteran Dan Kesehatan,†8(1), 40–46. https://doi.org/10.22437/jmj.v8i1.9483s
Rahayuningsih, N., Priatna, M., & Basar, B. S. (2018) ‘Evaluasi Penggunaan Obat Antidiabetes Mellitus
Tipe II Komplikasi Hipertensi Pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Soekardjo Kota
Tasikmalaya. Prosiding Seminar Nasional Dan Diseminasi Penelitian Kesehatan, Penggunaan
Obat Antidiabetes Mellitus Tipe 2’, 216–223.
World Health Organization. (2020) ‘Diagnosis and management of type 2 diabetes. Atencion Primaria,
-8
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
