KARAKTERISTIK PASIEN YANG MENJALANI KURETASE YANG MENGGUNAKAN FENTANYL DAN PROPOFOL DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v3i1.3268Abstrak
Fentanyl merupakan analgesik golongan opioid yang lama kerjanya sekitar 30 menit segera didistribusi, tetapi pada pemberian berulang atau dosis besar akan terjadi akumulasi. Propofol merupakan anestesi intravena yang paling sering digunakan. Propofol IV 1-2,5 mg/kgbb menimbulkan induksi anestesi secepat thiopental, tetapi dengan pemulihan yang lebih cepat dan pasien segera “merasa lebih baik†dibanding setelah penggunaan anestesi lain, propofol dapat digunakan dalam “day surgeryâ€Â. Gejala yang sering terjadi setelah tindakan anestesi dan pembedahan bermacam-macam salah satunya yaitu postoperative nausea and vomiting (PONV)/mual muntah paska operasi. Mengetahui karakteristik pasien yang menjalani kuretase yang menggunakan fentanyl dan propofol di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data pasien yang terdapat dalam rekam medik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan kuretase dengan menggunakan fentanyl dan propofol di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate periode 2019-2020 sejumlah 64 pasien. Pasien yang menjalani kuretase yang menggunakan fentanyl dan propofol sebanyak 64 pasien. Menggunakan fentanyl dan propofol terbanyak pada kelompok usia 29 – 39 tahun sebanyak 34 pasien (53,1%), BMI 18,5 – 24,9 sebanyak 34 pasien (53,1%), dan status ASA II sebanyak 64 pasien (100%). Didapatkan dari 64 pasien sebanyak 10 kasus (15,6%) merupakan kejadian PONV.Referensi
Syarif. A., Gayatri.A., Estuningtyas. A., Setiawati. A., Muchtar. A., Arif.A., Rosdiana. D. S., Suyatna. F.
D., Dewoto. H. R., Utama. H., Instiaty, Louisa. M., Wiria. M. S.S., Nafrialdi, Wilmana. P. F.,
Ascobat. P., Setiabudy. R., Suherman. S.K., Gunawan. S. G., Soetikno. V., Arozal. W.,
Marana.Y., Sadikin. Z. (2016) Farmakologi dan Terapi. 6th edn. Jakarta : Badan Penerbit FKUI.
Momin. A. G., Jha. R. K., Bhade. M.A. (2020) ‘Comparative study of etomidate and fentanyl with
propofol (1%) and fentanyl citrate for total intravenous anaesthesia in short surgical procedures’,
Indian Journal of Clinical Anaesthesia, 7 (2).
Chunningham. F.G., Leveno. K.J., Bloom. S.L., Spong. C.Y., Dashe. J.S., Hoffman. B.L., Casey. B.M.,
Sheffield. J.S. (2014) Obstetri Williams. 24 th edn. New York.
Rehatta. N.M., Hanindito. E., Redjeki. A.R.T., Soenarto. R.F., Musba. D.Y., Lestari. M.I. (2019)
Anestesiologi dan Terapi Intensif. 1st edn. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Rustagi. P. S., Nellore. S. S., Kudalkar. A. G., Sawant R. (2019) ‘Comparative evaluation of i-gel
insertion conditions using dexmedetomidine-propofol versus fentanyl-propofol-A randomised
double-blind study’, Indian Journal Anaesthesia, 63 (11), 9.
Bhattarai. R., Hamal. P. K. (2021) ‘Anesthesia for Short Surgical Procedures at Moderate Elevations’,
Journal of Nepal Health Research Council, 41 (4) : 7.
Singh. A. S., Prakash. K., Sharma. S., Dhakate. G., Bhatia. V. (2018) ‘Comparison of propofol alone and
in combination with ketamine or fentanyl for sedation in endoscopic ultrasonography’, Korean
journal of anesthesiology, 71(1) : 43.
Singarimbun, D. A., Indriasari, I. and Maskoen, T. T. (2018) ‘Perbandingan Kedalaman Sedasi antara
Deksmedetomidin dan Kombinasi Fentanil-Propofol Menggunakan Bispectral Index Score pada
Pasien yang Dilakukan Kuretase’, Jurnal Anestesi Perioperatif, 6(2), pp. 80–88. doi:
15851/jap.v6n2.1424.
Wiesmann. T., Peter Kranke, L. E. (2015) ‘Posoperative nausea and vomiting-a narrative review of
pathophysiology, pharmacotherapy and clinical management strategies’, Expert opinion on
pharmacoteraphy, 16 (7), 10
Yi, M. S., Hyun, K., Kyoung. K. M., Joo. C. G., Hee. P. Y., Wha. B. C., Hyun. J. Y., Vheol. W. Y. (2018)
‘Relationship between the incidence and risk factors of postoperative nausea and vomiting in
patients with intravenous patient-controlled analgesia’, Asian Journal of Surgery. Elsevier
Taiwan LLC, 41(4), pp. 301–306. doi: 10.1016/j.asjsur.2017.01.005
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
