DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN KEJADIAN POSTPATRUM DEPRESSION DI DESA KARANGSUKO KABUPATEN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v6i1.8060Abstrak
Setiap wanita normal pasti akan mengalami kehamilan dan persalinan. pada tahap ini wanita rentan mengalami depresi. Depresi pasca persalinan adalah gangguan kejiwaan yang timbul dalam kurun waktu beberapa hari atau pada minggu pertama pasca melahirkan. Gangguan suasana hati yang mudah labil, kesedihan, bahagia berlebihan, dan bingung terhadap diri sendiri termasuk sebuah gangguan kejiwaan. Pasca melahirkan merupakan Fase transisi bagi ibu nifas. Sehingga ibu akan mengalami beberapa perubahan fisik dan psikologi yang dapat menyebabkan terjadinya depresi(Wulandari, 2019).Depresi postpartum merupakan respon fisiologis setelah melahirkan yang meliputi perubahan hormonal, kelelahan, dan stress (Utomo & Sudjiwanati, 2020). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial suami dengan kejadian postpartum depresiondi Desa Karangsuko, Kabupaten malang. Metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional, rancang bangun korelasional, jumlah populasi 92 orang menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel 75 orang menggunakan rumus slovin. Didapatkan hasil penelitian bahwa hasil uji chi squaremenunjukkan p = 0.036 ≤ α= 0.05 dengan r = 0.25 yang artinya terdapat hubungan antara dukungan suami denganterjadinya postpartum blues. Setelah dilakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa begitu pentingnya setiap pasanganterutama suami ataupun keluarga dapat memberikan sebuahdukungan ataupun  perhatian terhadap ibu nifas, peranseorang suami bagi ibu nifas sangatlah penting bukan hanyasuami, akan tetapi pihak keluarga juga harus ikut serta dalammembantu memberikan sebuah perhatian, dukungan terhadapibu nifas, serta dapat menimbulkan komunikasi yang positifdan memunculkan keharmonisan yang timbul akibat adanyakomunikasi setiap pasangan dan keluarga yang baik.. Selainitu juga untuk tenaga kesehatan mampu memberikan KIE tentang pentingnya dukungan suami ataupun keluarga kepadaibu nifas mengenai postpartum blues, sehingga denganadanya KIE dari tenaga kesehatan mampu mengurangi angkaterjadinya postpartum blues, bukan hanya suami, ibu nifas, saja yang diberikan KIE melainkan keluarga juga harus ikutserta dalam tujuan memberikan KIE akan hal ini, selain itu.Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
2024-06-30
Terbitan
Bagian
Artikel
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
