PERBANDINGAN OBAT ANTI JAMUR KETOCONAZOLE DAN SALEP 2-4 PADA KASUS TINEA PEDIS DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH TERJUN KOTA MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v6i2.9100Kata Kunci:
Kesembuhan Klinis, Kesembuhan Mikrobiologi, Salep Ketocenazole, Salep 2-4, Tinea Pedis,Abstrak
Tinea Pedis merupakan salah satu infeksi jamur superfisial kulit yang paling umum di seluruh dunia yang bersifat menular dan berulang. Infeksi ini sering kali tertular secara kontak langsung dengan spora organisme penyebab atau bagian kulit yang terinfeksi. Prevalensi global tinea pedis diperkirakan sekitar 3% dengan risiko seumur hidup mencapai 70%. Prevalensi pada remaja dan dewasa lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak. Kejadian tertinggi terjadi antara usia 16 dan 45 tahun saat aktivitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan efektivitas antara obat anti jamur ketoconazole dengan Salep 2 - 4 yang mengandung salisilat dalam mengobati penyakit infeksi jamur di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Terjun Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental uji klinis, yakni uji klinis acak terkontrol (Randomized Controlled Trial) yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Terjun Kota Medan sebanyak 32 pemulung dan petugas sampah, dibagi menjadi dua kelompok yaitu salep ketoconazole dan salep 2 - 4 dilakukan selama 14 hari dengan follow up pada hari ke - 4, 8, 14. Hasil pengobatan pada hari ke - 4 dengan angka kesembuhan salep ketoconazole (56.25%), salep 2-4 (18.75%) dengan nilai P = 0.028. Pada hari ke - 8 angka kesembuhan salep ketoconazole (68.75%) salep 2 - 4 (31.25%) dengan nilai P = 0.034. Pada hari ke – 14 angka kesembuhan salep ketoconazole (93.75%) salep 2-4 (56.25%) dengan nilai P = 0.037. Kesimpulan dari terdapat perbandingan efektivitas antara obat anti jamur ketoconazole dan salep 2-4 dalam mengobati infeksi jamur tinea pedis.
Referensi
Adlia, Amirah et al. 2019. “Community Empowerment Through Sulfur Soap Preparation for Dermatitis Prevention. Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements.†01(2): 45–49.
Arizandy, Rizka, Yuniar Tri Rahmawati, Tamzilla Akbar, and Nila Sandhi. 2023. 4 CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Analisis Faktor Risiko Tinea Pedis Pada Pengguna Sepatu Boots.
Hadisoebroto, Ginayati, and Senadi Budiman. 2019. “Determination of Salicylic Acid in Anti Acne Cream Which Circulated Around Bandung City Using Ultra Violet Spectrophotometry Method.†Jurnal Kartika Kimia 2(1): 51–56.
Haerani, and Zulkarnain. 2021. “Review: Tinea Pedis.†Journal Uin Alaudin (November): 59–64.
Hoffman, Lauren K, Isabelle Raymond, and Leon Kircik. 2018. “Treatment of Signs and Symptoms (Pruritus) of Interdigital Tinea Pedis With Econazole Nitrate Foam.†Journal of Drugs in Dermatology 17(2): 229–32.
Inra, Nadya Hasnafi, Ismawati, and Ratna Damailia. 2020. “Perbandingan Efektivitas Salep 2-4 Dan Permethrin Pada Pengobatan Skabies Di Pondok Pesantren Al-Ashr Al-Madani.†Prosiding Kedokteran 6: 247–52.
Majawati, Esther Sri, Jenny Kurniawati, and Monica Puspa Sari. 2019. 3 Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Prevalence of Onychomycosis in Fish Traders in Kopro Market West Jakarta.
Minarni, Ayu, Widarti Widarti, and Rahman Rahman. 2020. “Uji Daya Hambat Beberapa Jenis Obat Antijamur Pada Jamur Yang Di Isolasi Dari Kuku Kaki.†Jurnal Media Analis Kesehatan 11(2): 119.
Nuripuoh, Joseph Gyea, Abudu Ballu Duwiejuah, and Noel Bakobie. 2022. “Awareness and Health Risk Protection Behaviours of Scavengers in the Gbalahi Landfill Site, Ghana, in the Era of Sustainable Development.†Discover Sustainability 3(1).
Safrida, Rosa Mardiana, and Nurul Husna. 2021. “Uji Efek Antifungi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis Gigantea L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Trichophyton Mentagrophytes.†Journal of Pharmaceutical and Health Research 2(1): 8–11.
Tan, Sukmawati Tansil, and Yohanes Firmansyah. 2021. New Innovation Using Topical Itraconazols as a Superficial Fungal Skin Infection Therapy and Its Superiority Compared to Standard Therapy.
Ward, Harry et al. 2022. “Consensus for the Treatment of Tinea Pedis: A Systematic Review of Randomised Controlled Trials.†Journal of Fungi 8(4).
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
