UJI PERBANDINGAN EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle l.) DAN CEFADROXIL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS WISTAR YANG TERINFEKSI Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v7i1.9214Kata Kunci:
antibakteri, cefadroxil, daun sirih hijau, hemoglobin, Staphylococcus aureusAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan cefadroxil terhadap kadar hemoglobin pada tikus Rattus norvegicus yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Penelitian ini melibatkan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga dosis ekstrak daun sirih hijau (300 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB). Kadar hemoglobin diukur menggunakan automatic hematology analyzer pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cefadroxil dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak daun sirih hijau dengan dosis yang berbeda tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kadar hemoglobin. Meskipun demikian, ekstrak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Staphylococcus aureus. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau, meskipun tidak meningkatkan kadar hemoglobin, memiliki potensi sebagai agen antibakteri.
Referensi
Abdul, A. (2015). Penularan HIV dari Ibu ke Anak: Masalah Global dan Pendekatan Pencegahannya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 15-22.
Azis, Y. Sulthon, & Wardani, T. Siska. (2021). Formulasi & Teknologi Bahan Alam. Yogyakarta: Pustakabarupress.
Ilmany, A. Y. (2017). HIV/AIDS dan Dampaknya pada Kesehatan Ibu dan Anak: Pendekatan Terapi yang Efektif. Jakarta: Penerbit Ilmu Kesehatan.
Kasim, V. N. A. (2020). Peran Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau dalam Pengobatan Infeksi Staphylococcus aureus. Jurnal Mikrobiologi Farmasi, 12(4), 220-225.
Levani, Y., & Prastya, A. D. (2020). Demam Tifoid: Manifestasi Klinis, Pilihan Terapi dan Pandangan dalam Islam. Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 3(1), 10-12.
Suriaman, E., Permana, A. S. H., & Warman, M. (2016). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah mentimun. Stigma Jurnal Sains, 9(1), 4-7.
Yosua, D. T., Wibowo, A. M., & Suriaman, E. (2019). Uji antibakteri ekstrak mentimun (Cucumis sativus) terhadap bakteri Salmonella typhi. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan, 15(2), 72-76.
Widodo, D. (2017). Demam Tifoid. In: Setiati, S., Alwi, I., & Sudoyo, A. W. (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Vol. VI, pp. 549–551). Jakarta: InternaPublishing.
Ilmany, A. Y. (2017). Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik dan Dampaknya pada Kesehatan Global. Jakarta: Penerbit Medik.
Azis, Y. Sulthon, & Wardani, T. Siska. (2021). Fitofarmasetika. Yogyakarta: Pustakabarupress.
Rahmat, W., Akune, K., & Sabir, M. (2019). Demam Tifoid dengan Komplikasi Sepsis: Pengertian, Epidemiologi, Patogenesis, dan Sebuah Laporan Kasus. Jurnal Medis Profesia, 3(3), 221-227.
Yuliana, L., & Putri, D. (2020). Pengaruh Stres Oksidatif terhadap Kadar Hemoglobin pada Infeksi Bakteri. Jurnal Biomedik, 6(1), 45-50.
Kasim, V. N. A. (2020). *Peran Imunitas pada Infeksi Salmonella typhi. 1st ed. Gorontalo: C.V. Athra Samudra.
Sudarto, S. (2018). Penyakit Menular di Indonesia. Edisi Kedua. Jakarta: Sagung Seto.
Suryani, N., & Wicaksono, B. (2017). Pencegahan Penularan HIV dan Sifilis pada Ibu Hamil: Studi Kasus dan Evaluasi Program PPIA. Jurnal Kesehatan, 19(2), 132-138.
Hidayati, S., & Hermiaty, M. (2020). Penggunaan Ekstrak Daun Sirih Hijau sebagai Alternatif Terapi Infeksi Bakteri Gram Positif. Jurnal Kesehatan Tropis, 15(2), 99-105.
Aziz, Y. Sulthon, & Astuti, S. D. (2021). Buku Ajar Fitofarmakologi dan Teknologi Bahan Alam. Yogyakarta: Pustakabarupress.
Mulyani, F., & Suharto, S. (2019). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau pada Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. Jurnal Mikrobiologi Terapan, 8(3), 118-125.
Rahayu, D. S., & Prasetya, A. (2018). Terapi Infeksi Staphylococcus aureus pada Ibu Hamil: Pendekatan Klinis dan Intervensi Preventif. Jurnal Obsteri dan Ginekologi, 14(1), 25-30.
Widodo, D. (2017). Demam Tifoid dan Strategi Pengobatannya. In: Setiati, S., Alwi, I., & Sudoyo, A. W. (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Vol. VI, pp. 549–551). Jakarta: InternaPublishing.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.
