Fenomena Sharenting dan Implikasinya Terhadap Keamanan Digital Serta Konsep Diri (Self-Concept) Siswa Sekolah Dasar: Perspektif Orang Tua dan Guru di SDN Kedungrejo 2 Pakis Kabupaten Malang

Penulis

  • Tania Putri Rahayu Nalla Universitas Khairun
  • Iwan Abdy, Abdy Universitas Khairun
  • Lis Susilawati Universitas Insan Berbudi Utama (UIBU)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sharenting (kebiasaan orang tua membagikan informasi anak di media sosial) dan implikasinya terhadap keamanan digital serta konsep diri siswa sekolah dasar di  SDN Kedungrejo 2 Pakis, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain konvergen paralel. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 45 orang tua dan 15 guru, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam terhadap 12 orang tua dan 8 guru, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,2% orang tua melakukan sharenting dengan frekuensi rata-rata 3-5 kali per minggu. Jenis konten yang paling banyak dibagikan adalah prestasi akademik (68,9%), aktivitas sehari-hari (55,6%), dan momen liburan (42,2%). Sebanyak 71,1% orang tua tidak menggunakan pengaturan privasi yang ketat, dan 64,4% tidak pernah meminta persetujuan anak sebelum membagikan konten. Implikasi keamanan digital meliputi risiko doxing (33,3%), phishing (24,4%), dan identitas digital ganda (42,2%). Dampak pada konsep diri siswa menunjukkan korelasi negatif antara intensitas sharenting dengan harga diri (r = -0,56) dan konsistensi diri (r = -0,48). Simpulan penelitian mengindikasikan perlunya edukasi literasi digital yang komprehensif bagi orang tua dan integrasi pendidikan keamanan digital dalam kurikulum sekolah dasar.

Kata kunci: sharenting, keamanan digital, konsep diri, sekolah dasar, literasi digital

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-08

Terbitan

Bagian

Artikel