Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir dengan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

Penulis

  • Nurmala Dewi Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun
  • Ryan Rinaldy Marsaoly Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun

Abstrak

Masyarakat pesisir merupakan kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan kesehatan dan keselamatan yang relatif tinggi. Aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan laut, seperti melaut, berenang, dan transportasi air, meningkatkan risiko terjadinya kondisi kegawatdaruratan medis, khususnya henti napas dan henti jantung akibat tenggelam, trauma, maupun kejadian akut kardiovaskuler. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Pemberian BHD yang cepat dan tepat oleh penolong awam terbukti dapat meningkatkan angka keselamatan dan menurunkan angka kematian akibat henti jantung dan henti napas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang terarah dan aplikatif bagi masyarakat Sulamadaha yang merupakan masyarakat pesisir telah dilaksanakan dengan melibatkan 52 peserta. Metode pelatihan menggabungkan teori interaktif, demonstrasi praktik, dan simulasi langsung menggunakan manikin, serta diikuti oevaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari engetahuan peserta dengan nilai rata-rata pre-test pada 47% berubah menjadi 82% pada post-test. Temuan ini sejalan dengan pengabdian BHD terdahulu yang menunjukkan efektivitas pelatihan partisipatif dalam meningkatkan keterampilan pertolongan pertama. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Diterbitkan

2025-12-29