Pemberdayaan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta dengan Metode PLA (Partisipatory Learning and Action) di Wilayah Pesisir Ternate
Abstrak
Kusta merupakan penyakit infeksi menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Hingga saat ini, penyakit kusta masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena sering disertai stigma, diskriminasi, serta ketakutan, baik di kalangan masyarakat maupun sebagian petugas kesehatan. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan adanya persepsi keliru mengenai penularan, pengobatan, serta kecacatan yang ditimbulkan oleh penyakit kusta. Pengobatan kusta dengan Multi Drug Treatment (MDT) terbukti efektif dalam membunuh kuman penyebab kusta dan menghentikan penularan. Namun demikian, kecacatan pada mata, tangan, atau kaki yang telah terjadi sebelum pengobatan bersifat permanen dan dapat berdampak terhadap kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan kecacatan dan pengendalian penyakit kusta. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui metode Participatory Learning and Action (PLA) merupakan salah satu strategi yang efektif karena melibatkan partisipasi aktif peserta dalam proses pembelajaran. Melalui metode ini, masyarakat dan petugas kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini secara mandiri dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kelurahan dalam melakukan deteksi dini penyakit kusta di masyarakat. Pemberdayaan dilakukan terhadap 20 kader Kelurahan Takome melalui kegiatan edukasi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai deteksi dini kusta, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kecacatan, mengurangi stigma, serta mendukung upaya penurunan prevalensi kusta di Provinsi Maluku Utara.