Analisis Potensi Pariwisata Berkelanjutan dan Produk Pengembangan pada Objek Wisata Pantai Desa Kramat (Kramat Beach) di Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu (Suatu Pendekatan Antropologi Pariwisata)

Authors

  • Sunaidin Ode Mulae Universitas Khairun
  • Mustafa Mansur Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/tekstual.v23i2.10284

Keywords:

Potensi, Pariwisata, Desa Kramat, Kramat Beach, Kabupaten Pulau Talibu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata, strategi, dan model pengembangan pada objek wisata Kramat Beach di Desa Kramat Taliabu barat. Permasalahan Penelitian ini fokus pada bagaimana potensi Pariwisata pantai Kramat di desa Kramat kecamatan Taliabu barat kabupaten pulau Taliabu. Bagaimana strategi, model pengembangan wisata pantai desa Kramat di kecamatan Taliabu Barat, kabupaten Pulau Taliabu. Metode digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan antropologi pariwisata. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa potensi pariwisata Desa Kramat pada objek wisata Kramat Beach di kecamatan Taliabu Barat Kabupaten pulau Taliabu meliputi wisata alam terdiri dari wisata pantai pasir putih, wisat panorama dua pulau Kramat, dan wisata budaya terdiri dari kuliner. Strategi wisata Kramat meliputi promosi melalui youtube, instagram, facebook. Model pengembangan wisata Kramat Beach secara langsung dikelola oleh penduduk lokal dan pemerintah desa dan daerah. Simpulan pada penelitian ini ialah potensi pariwisata desa Kramat meliputi wisata alam dan budaya terdiri atas pantai, pasir putih, pulau, karang laut, dan kuliner khas desa Kramat. Pengembangan destinasi wisata Kramat Beach berbasis analisis SWOT dapat di analisis sesuai hasil analisis SWOT Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman) di atas yang kemudian dibuat analisis aksi untuk dilakukan pengembangan Destinasi wisata Kramat Beach sesuai strategi SO, WO, ST, dan WT. Strategi pengembangan destinasi dapat berupa strategi SO, WO, ST, dan WT

References

Abukasim, M., Mansyur, M., et al. (2022). Keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove Desa Kramat, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Journal of Marine Research, 11(3), 357–366. https://doi.org/10.14710/jmr.v11i3.34213

Anandhyta, A. R., & Kinseng, R. A. (2020). Hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam pengembangan wisata pesisir (Studi kasus: Kelompok Sadar Wisata Baron Indah, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Nasional Indonesia, 12(2).

Antara, M., & Sumarniasih, M. S. (2017). Role of tourism in economy of Bali and Indonesia. Journal of Tourism and Hospitality Management, 5(2), 34–44. https://doi.org/10.15640/jthm.v5n2a4

Arismiyanti, N. K. (2017). Development strategy of sustainable marine ecotourism in Indonesia. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism, 15, 118–138.

Butler, R., & Hinch, T. (2007). Tourism and indigenous peoples: Issues and implications. Butterworth-Heinemann.

Creswell, J. W. (1994). Research design: Qualitative and quantitative approaches. Sage Publications.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1997). Ensiklopedi Indonesia. Pakhi Pamungkas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama.

Fathor, A. M., & Syarif, M. (2021). Eksplorasi pemanfaatan social media marketing Instagram dalam promosi Pantai Ekasoghi. In Proceedings of the 4th Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH 2021) (pp. 11–20). http://publishing-widyagama.ac.id/ejournal-v2/index.php/ciastech/article/view/3288

Jafar, R., et al. (2017). Analisis potensi dan kontribusi sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Jurnal Ecosystem, 2(2), 782–791.

Keesing, R. M., & Gunawan, S. (1999). Antropologi budaya (Edisi ke-2, Jilid 1). Erlangga.

Kotler, P. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2014). Principles of marketing. Erlangga.

Munroe, M. (2007). Releasing your potential (Expanded ed.). Destiny Image Publishers.

Neuman, W. L. (1997). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Allyn & Bacon.

O’Gorman, K., & Thompson, K. (2007). Tourism and culture in Mongolia: The case of the Ulaanbaatar Nadaam. In R. Butler & T. Hinch (Eds.), Tourism and indigenous peoples: Issues and implications. Butterworth-Heinemann.

Oun, M. A., & Bach, C. (2014). Qualitative research method summary. Journal of Multidisciplinary Engineering Science and Technology, 1(5).

Pelly, U., & Baiduri, R. (2020). Antropologi pariwisata. Perdana Publishing & CASA Mesra Publisher.

Risa Bagasta, A., et al. (2021). Analisis potensi wisata menggunakan informasi geografi dan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Sumberagung, Grobogan, Jawa Tengah. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(2), 148–157.

Sari, D., et al. (2022). Wisata budaya dengan identifikasi potensi wisata budaya berbasis masyarakat di Kota Bandung. Jurnal Abdimas Pariwisata, 3(1).

Sitorus, A. S. (2014). Pengaruh promosi dan personal selling terhadap minat beli konsumen pada PT Aras Dinamika Abadi Medan. Jurnal Ilmiah AMIK Labuhan Batu, 2(1), 51–59.

Stronza, A. (2001). Anthropology of tourism: Forging new ground for ecotourism and other alternatives. Annual Review of Anthropology, 30, 261–283.

Sugiyarto, & Amaruli, R. J. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45–52.

Sugiyono. (2010a). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2010b). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.

Troian, M., et al. (2023). International marine tourism: Trends and prospects for sustainable development. Scientific Journal of Maritime Research, 37, 23–31. https://doi.org/10.31217/p.37.1.3

Vivit Nurdin, B. (2014). Budaya, pariwisata, dan ethno-ecotourism: Kajian antropologi pariwisata di Provinsi Lampung. Jurnal Sosiologi, 18(1), 13–19.

Wati, A. P. (2018). Upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas pariwisata budaya melalui diplomasi kebudayaan. Journal of Tourism and Creativity, 2(2).

Wulandari, S., et al. (2020). Pariwisata, masyarakat, dan kebudayaan: Studi antropologi pariwisata Pantai Marina di Pajukukang, Bantaeng, Sulawesi Selatan. PUSAKA Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 2(1), 9–17.

Yoeti, O. A. (1996). Anatomi pariwisata. Angkasa.

Youwe, D. M. (2014). Analisis potensi retribusi objek wisata Pantai Base-G di Kota Jayapura. Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan, 1(2)

Downloads

Published

2025-12-29