Mencegah Konflik: Sosialisasi Sebagai Alat Distribusi Kuasa dan Produksi Pengetahuan pada Tahap Pra-Pembangunan Objek Wisata
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.v23i2.10286Keywords:
Konflik, Objek Wisata, Pembangunan, Pariwisata, SosialisasiAbstract
Pembangunan objek wisata kerap kali menjadi daya tarik tersendiri, untuk itu pemerintah melakukan langkah penting untuk terus memajukan sektor pariwisata. Memanfaatkan sektor ini demi mendapatkan keuntungan ekonomi bukanlah hal yang salah. Namun, mesti digaris bawahi bahwa pembangunan itu kerap kali menimbulkan sentimen yang berujung pada resistensi pihak-pihak yang tidak sepakat dengan kehadiran objek wisata itu. Melalui tulisan ini kami mencoba memberikan pemaparan mengenai pentingnya sosialisasi yang selama ini selalu menyertai sebuah proyek pembangunan, urgensi untuk mengkaji proses sosialisasi menggunakan analitis foucalt tentang kekuasan dan pengetahuan dirasa mampu memberikan pencerahan mengapa model sosialisasi konvensional yang selama ini harus diganti dengan model sosialisasi partisipasi yang menekankan kerjasama. Melalui tulisan ini dipaparkan bahwa untuk demi memuluskan jalan bagi rencana pembangunan, pemerintah atau pemilik kuasa tidak harus mengutamakan instrumen teknis tetapi harus ada penekanan lebih untuk memperoleh izin sosial dengan jalan melibatkan masyarakat sebagai agen yang berkontribusi secara aktif dalam pembangunan sebuah objek wisata. Pada akhirnya memberikan ruang sosialisasi yang baik mampu menguatkan relasi kerjasama keseluruhan pihak dan berakhir dengan munculnya konsep pariwisata berkelanjutan yang keuntungannya dapat dirasakan oleh semua pihak yang terlibat.
References
Abd Radjak, D., Umamur Ra’is, D., & Abd. Rohman. (2024). Pembangunan masyarakat desa (M. Safitri Amra, Ed.; ed. ke-1). Forind.
Aliansyah, H., & Hermawan, W. (2019). Peran sektor pariwisata pada pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Jawa Barat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 23(1).
Berkes, F. (2017). Environmental governance for the Anthropocene? Social-ecological systems, resilience, and collaborative learning. Sustainability, 9(7), Article 1232. https://doi.org/10.3390/su9071232
Bianchi, R. (2018). The political economy of tourism development: A critical review. Annals of Tourism Research, 70, 88–102. https://doi.org/10.1016/j.annals.2017.08.005
Burchill, G., Gordon, C., & Miller, P. (Eds.). (1991). The Foucault effect: Studies in governmentality with two lectures by and an interview with Michel Foucault. Harvester Wheatsheaf.
Duxbury, N., Bakas, F. E., de Castro, T. V., & Silva, S. (2021). Creative tourism development models towards sustainable and regenerative tourism. Sustainability, 13(1), 1–17. https://doi.org/10.3390/su13010002
Esteves, A. M., Franks, D., & Vanclay, F. (2012). Social impact assessment: The state of the art. Impact Assessment and Project Appraisal, 30(1), 34–42. https://doi.org/10.1080/14615517.2012.660356
Fletcher, R. (2019). Ecotourism after nature: Anthropocene tourism as a new capitalist “fix.” Journal of Sustainable Tourism, 27(4), 522–535. https://doi.org/10.1080/09669582.2018.1471084
Foucault, M., & Gordon, C. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977. Pantheon Books.
Li, J., Krishnamurthy, S., Pereira Roders, A., & van Wesemael, P. (2020). Community participation in cultural heritage management: A systematic literature review comparing Chinese and international practices. Cities, 96, Article 102476. https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.102476
Ólafsdóttir, R., Bogadóttir, R., Karkut, J., Welling, J. T., Tuulentie, S., Edvardsdóttir, A. G., Vang, E. P., & Karlsdóttir, A. (2024). Arctic cruise tourism and social license to operate: Exploring social acceptance and trust in cruise tourism. Journal of Land Use Science, 19(1), 170–185.
Ottaviani, D., Demiröz, M., Szemző, H., & De Luca, C. (2023). Adapting methods and tools for participatory heritage-based tourism planning to embrace the four pillars of sustainability. Sustainability, 15(6), Article 4741. https://doi.org/10.3390/su15064741
Paré, G., Trudel, M. C., Jaana, M., & Kitsiou, S. (2015). Synthesizing information systems knowledge: A typology of literature reviews. Information & Management, 52(2), 183–199. https://doi.org/10.1016/j.im.2014.08.008
Putnam, R. D. (1994). Social capital and public affairs. Bulletin of the American Academy of Arts and Sciences, 47(8), 5–19.
Rusneni, R., Nursini, N., Rahman, A. R., & Suhab, S. (2025). Analysis of the role of tourism in Indonesia’s economic growth (pp. 4–15). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-758-8_2
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Stronge, D. C., Kannemeyer, R. L., & Edwards, P. (2024). Building social licence to operate: A framework for gaining and maintaining meaningful, trustworthy relationships. Resources Policy, 89, Article 104566.
Tengö, M., Hill, R., Malmer, P., Raymond, C. M., Spierenburg, M., Danielsen, F., Elmqvist, T., & Folke, C. (2017). Weaving knowledge systems in IPBES, CBD and beyond—Lessons learned for sustainability. Current Opinion in Environmental Sustainability, 26–27, 17–25. https://doi.org/10.1016/j.cosust.2016.12.005
Ukaegbu, M. O., Carr, N., & Okpoko, P. U. (2020). Local people’s perceptions of the potential implications of cultural revitalisation through tourism in Benin, Nigeria. Journal of Tourism and Cultural Change, 18(4), 455–469. https://doi.org/10.1080/14766825.2019.1702992
Vanclay, F., & Hanna, P. (2019). Conceptualizing company response to community protest: Principles to achieve a social license to operate. Land, 8(6), Article 101. https://doi.org/10.3390/land8060101
Williams, A. M., & Baláž, V. (2021). Tourism and trust: Theoretical reflections. Journal of Travel Research, 60(8), 1619–1634. https://doi.org/10.1177/0047287520961177
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.








