TOKOH SAYA DAN LATAR DALAM CERPEN LAKI-LAKI TUA TANPA NAMA KARYA BUDI DARMA
Abstrak
Tulisan ini merupakan pengkajian atas cerpen Budi Darma yang berjudul Laki-Laki Tua Tanpa Nama. Kajian dalam tulisan ini difokuskan kepada aspek tokoh penokohan dan latar. Kedua aspek tersebut dalam tataran semiotika disebut pula dengan aspek semantik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tokoh “saya” merupakan tokoh yang mewakili tiga karakter, yaitu: ingin tahu, peduli, dan afeksi. Dalam aspek latar, diketahui bahwa cerpen ini memuat aspek latar secara lengkap, yaitu: ruang publik, ruang domestik, latar waktu, geografis, dan kalendris. Ruang yang mendominasi dalam latar adalah ruang publik. Hal ini menandakan bahwa ruang publik merupakan sebuah ruang yang harus dipenuhi dengan tiga karakter yang diwakili oleh tokoh saya, yaitu: ingin tahu, peduli, dan afeksi. Ruang publik akan menjadi manusiawi dengan kehadiran tiga karakter tersebut.



